CILEGON– MTs Al-Khairiyah Karangtengah, Kota Cilegon, menerapkan sistem pengelompokan siswa berdasarkan kecerdasan dan gaya belajar sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.
Kepala MTs Al-Khairiyah Karangtengah menjelaskan bahwa setiap peserta didik memiliki karakter, kemampuan, dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, pengelompokan dilakukan agar guru dapat memberikan metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
“Setiap anak memiliki keunikan. Dengan mengenali kecerdasan dan gaya belajar mereka, guru dapat menyampaikan materi secara lebih efektif sehingga siswa lebih mudah memahami pelajaran,” ujarnya.
Program ini mengacu pada konsep Multiple Intelligences yang dikembangkan oleh psikolog Howard Gardner. Dalam penerapannya, sekolah melakukan identifikasi terhadap kemampuan, minat, serta karakter belajar siswa melalui observasi, asesmen, dan evaluasi yang dilakukan oleh guru.
Melalui pendekatan tersebut, siswa dikelompokkan sesuai dengan kecenderungan kecerdasan, seperti kecerdasan linguistik, logis-matematis, visual-spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, musikal, maupun naturalis.
Pihak sekolah berharap metode ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, menyenangkan, dan mendorong setiap siswa berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
Selain meningkatkan hasil akademik, pengelompokan berdasarkan kecerdasan juga diharapkan mampu membangun rasa percaya diri, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta karakter positif peserta didik.
Dengan inovasi ini, MTs Al-Khairiyah Karangtengah menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berpusat pada peserta didik (*student centered learning*), sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi terbaik.





